EVENTS

 

Akad Nikah

English | Indonesia

r masjid panepen 2

Akad Nikah dilaksanakan di dalam Majid Panepen. Ketika akad, masjid ini diisi oleh Sultan, Mempelai Pria, pangeran, petugas KUA dan beberapa abdi dalem pria.

Officially Pronounced Husband and Wife

The Akad Nikah (wedding solemnization) will be held in Panepen Mosque in the Royal Palace of Yogyakarta. There will only be the groom and the Sultan together with the families of both sides. The bride will be waiting in Sekar Kedhaton.

In Panepen Mosque, a sanggan (gift) in the form of a bunch of bananas will have already been prepared as a symbol of devotion to the Sultan. The attendees will be the male relatives only.

The groom will walk into the mosque in which the Sultan will have been waiting. Once the penghulu (the government official who supervises a wedding solemnization) and the groom’s entourage are inside, the solemnization begins with a wedding speech by the penghulu.

In this Akad Nikah, Sultan Hamengku Buwono X himself will marry off his daughter. The Sultan will proceed with saying the ijab kabul (the wedding vow) to which the groom will respond. Following the solemnization will be the recital of the wedding prayers and the signing of the marriage documents by the groom and the witnesses.

The Akad Nikah will be concluded with the groom doing sungkem (a ritual to show respect by kneeling and pressing one’s face into another’s knees) to the Sultan, who will have taken down and put the keris (a Javanese creese) he is bringing earlier behind him. It symbolizes the groom’s request for blessings from and respect for the Sultan as he is officially a husband to his daughter now.

Upon its end, the groom will go back to Bangsal Kasatriyan (Kasatriyan Hall) to prepare for the Panggih ceremony. Meanwhile, the Sultan will return to his residence in Kraton Kilen.

Akad Nikah

Resmi menjadi Suami – Istri

Akad Nikah akan dilakukan di Masjid Panepen Kraton Yogyakarta. Akad Nikah ini hanya akan dihadiri calon mempelai pria dan keluarga serta Sri Sultan beserta keluarga, tanpa calon mempelai wanita. Calon mempelai wanita akan berada di Sekar Kedhaton.

Di masjid Panepen, telah disediakan sanggan berupa pisang sejumlah satu lirang yang merupakan simbol pengabdian diri kepada Sultan. Akad Nikah ini hanya akan dihadiri oleh kerabat laki-laki.

Calon mempelai pria akan berjalan masuk menuju Masjid Panepen dimana Sultan HB X sudah menunggu di dalam masjid. Setelah penghulu dan rombongan calon mempelai pria masuk ke dalam Masjid Panepen, ijab kabul lalu dimulai dengan acara khotbah nikah oleh penghulu.

Pada saat Akad Nikah ini, Sultan HB X akan menikahkan sendiri putrinya. Sultan lalu akan melanjutkan dengan pengucapan ijab kabul yang kemudian dijawab oleh calon mempelai pria. Setelah pengucapan ijab kabul selesai, dilanjutkan dengan dipanjatkannya doa pernikahan dan acara penandatanganan dokumen ijab kabul oleh calon mempelai pria beserta para saksi.

Acara Akad Nikah akan ditutup dengan sungkem yang dilakukan mempelai pria kepada Sri Sultan HB X dengan terlebih dahulu melepas dan meletakkan keris yang ia bawa di belakang dirinya. Sungkem ini juga sekaligus menjadi simbol penghormatan dan mohon doa restu karena sudah sah menjadi suami dari putri Sultan.

Setelah Akad Nikah selesai, mempelai pria akan kembali ke Bangsal Kasatriyan untuk bersiap-siap melakukan acara Panggih. Sementara Sultan akan kembali ke Kraton Kilen.

Best viewed on Chrome, Firefox, Safari, and Opera on 1280 pixels width.