EVENTS

 

Pamitan

English | Indonesia

r gedhong jene 1

Tempat yang akan digunakan untuk pamitan adalah Gedhong Jene. Gedhong Jene merupakan tempat tinggal Sultan, terletak di dekat Bangsal Kencana.

Words of Wisdom for the Newlyweds

After the reception is finished, later on the evening there will be the Pamitan (farewell) that also serves as the closing of the entire processes of the wedding ceremonies. It will be held in Gedhong Jene and attended by the families of the bride and the groom.

The couple will start the ritual by coming out of Bangsal Kasatriyan followed by the bride’s group of penganthi (family escorts) as well as the bridegroom’s. Arriving in Gedhong Jene, the entourage will stop for a moment until the newlyweds are asked to enter the building and begin the Pamitan.

In the ceremony, Sri Sultan Hamengku Buwono X will deliver some advice and counsels to the bride and bridegroom that may be useful for them in living a family life, of which essential principle is that they should be able to respect, value, and complete one another. The Sultan will also symbolically entrust his daughter to the groom’s parents during the occasion.

The groom’s family will then express their gratitude to the Kraton family. In addition, they will ask for forgiveness for any wrongdoing they may have made during the ceremony.

The Pamitan will end with Sungkeman (a tradition where young people kneel before the elders and kiss their hands to ask for blessings). The Sungkeman will be performed by the bride and the groom to their parents and parents-in-law.


Pamitan

Pemberian Wejangan kepada Kedua Pengantin oleh Sultan

Setelah acara resepsi selesai, malamnya akan diadakan upacara Pamitan yang sekaligus juga menutup rangkaian upacara pernikahan secara keseluruhan. Pamitan akan diadakan di Gedhong Jene dan dihadiri oleh keluarga mempelai wanita dan keluarga mempelai pria.

Kedua mempelai akan memulai upacara Pamitan dengan keluar dari Bangsal Kasatriyan dengan diiringi rombongan penganthi mempelai wanita dan penganthi mempelai pria. Sesampainya di Gedhong Jene, rombongan akan berhenti sejenak, lalu kedua mempelai dipersilakan masuk ke dalam Gedhong Jene untuk memulai upacara Pamitan.

Dalam upacara Pamitan pengantin ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X akan menyampaikan beberapa pesan dan nasihat kepada kedua mempelai sebagai bekal mereka untuk mengarungi kehidupan rumah tangga ke depannya yang intinya harus bisa saling menghormati, saling menghargai, dan saling mengisi. Di sini Sultan juga sekaligus menitipkan putrinya kepada sang besan.

Setelah itu, keluarga mempelai pria akan menyampaikan terima kasih kepada keluarga Kraton. Selain terima kasih, keluarga mempela pria juga memohon maaf jika selama acara berlangsung terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Acara Pamitan akan ditutup dengan sungkeman. Sungkeman akan dilakukan oleh kedua mempelai kepada orang tua dan mertua mereka.

Best viewed on Chrome, Firefox, Safari, and Opera on 1280 pixels width.