EVENTS

 

Tampa Kaya & Dahar Klimah

English | Indonesia

r gadri kasatriyan 1

Gadri yang terletak di Bangsal Kasatriyan digunakan untuk prosesi Dahar Klimah

 

The Symbol of the Husband’s Responsibility to Provide for the Wife

 

After the Panggih ritual, the ceremony will be continued with another set of rituals, the Tampa kaya and Dhahar Klimah, held in Bangsal Kasatriyan.

During the Tampa Kaya ritual, both the bride and the groom enter a room in the Bangsal Kasatriyan. In this room, the groom sits on the edge of pendaringan (a kind of bed) and the bride sits on the floor in front. Next to the feet of the groom, there will be a pack of items consisting of gold coins, and all kinds of ubarampe, a variety of seeds, rice, and dimes symbolizing wealth, which will then be kept by the bride. The concept of Tampa Kaya contains a meaning that a husband has a duty to earn a living for the wife. This ceremony will be closed with prayer and followed by Dhahar Klimah. Here, the groom will ball the steamed rice to be fed to the bride. The groom will get three yellow steamed rice balls along with side dishes to be eaten by the bride. The amount of the rice balls taken by the groom is in odd numbers since it is believed that odd numbers are able to keep off perils. This ceremony means that a husband should be ready to support his family. After that, both the bride and the groom will eat together.

Both rituals symbolize the relationship of husband and wife. They mean to identify the responsibility of both persons as husband and wife, in which the husband provides for the family and the wife should be wise and responsible for keeping and managing the given livelihood.

Tampa Kaya & Dahar Klimah

Simbol Kewajiban Suami untuk Menafkahi sang Istri

Setelah upacara Panggih, acara akan dilanjutkan dengan Tampa Kaya dan Dhahar Klimah di Bangsal Kasatriyan.

Saat Tampa Kaya dilakukan, kedua mempelai akan masuk ke sebuah kamar di komplek Bangsal Kasatriyan. Di kamar ini, mempelai pria duduk di tepi pendaringan (semacam tempat tidur) dan mempelai wanita akan duduk di bawahnya. Di dekat kaki sang mempelai pria, akan ada sebungkus harta yang berisi koin emas dan segala ubarampe berupa berbagai macam benih, beras dan uang receh yang melambangkan harta kekayaan, yang kemudian akan disimpan oleh mempelai wanita. Tampa Kaya memiliki makna bahwa seorang suami bertugas untuk memberikan nafkah kepada istrinya. Upacara ini kemudian ditutup dengan doa.

Setelah itu dilakukan upacara Dhahar Klimah. Di sini, mempelai pria akan mengepal nasi untuk kemudian diberikan kepada mempelai wanita. Mempelai pria akan mengambilkan tiga kepal nasi kuning beserta lauk pauknya untuk dimakan oleh mempelai wanita. Upacara ini memiliki makna bahwa seorang suami harus siap menghidupi keluarganya. Setelah itu, kedua mempelai kemudian akan makan bersama. Kepalan nasi kuning yang diambil oleh mempelai pria berjumlah ganjil karena angka ganjil dipercaya sebagai angka yang dapat menolak bala.

Kedua upacara ini akan menjadi simbolisasi hubungan suami-istri. Makna dari upacara ini adalah tanggung jawab kedua insan sebagai suami-istri dimana suami mencari nafkah untuk keluarga dan istri harus secara bijak dan bertanggung jawab menyimpan dan mengelola nafkah yang diberikan.

Best viewed on Chrome, Firefox, Safari, and Opera on 1280 pixels width.